Senin, 19 Oktober 2015

Cara menyusun Teks Observasi

Cara menyusun Teks Observasi

1.     Pengertian Teks Observasi
Teks Observasi adalah aktivitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Ilmu pengetahuan biologi dan astronomi mempunyai dasar sejarah dalam pengamatan oleh amatir. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.
2. Ciri – ciri teks Observasi
a)      Observasi direncanakan secara runtut.
b)     Data kegiatan observasi bersifat menyakinkan.
c)      Hasilnya dapat dicek dan dibuktikan kebenaranya.
d)      Hasil Observasi disusun dengan bahasa yang jelas, tidak berbelit - belit, dan mudah dipahami.
e)      Bentuk, isi, dan gaya penulisan teks observasi sesuai dengan jenis serta tujuan pengamatan.
3. Struktur Teks Observasi 
a)      Definisi Umum
b)      Deskripsi Bagian
c)      Deskripsi Manfaat

Penjelasan :
a)      Definisi umum adalah hal yang paling umum diketahui biasanya berisi tentang pengertian pengertian.
b)      Deskripsi bagian adalah  penjelasan lebih detail dari definisi umum berisi tentang bagian bagian dari Teks yang dibuat.
c)      Deskripsi manfaat adalah kalimat kalimat yang mengandung manfaat, kegunaannya, dan makna kejadian dilihat dan perspektif  dari hal yg diamati.

4. Contoh dari teks observasi
Taman Nasional Ujung Kulon
Struktur teks
Kalimat
Definisi umum
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya.
Deskripsi Bagian
Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820. Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata)dan berbagai macam jenis anggrek. Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas). Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.
Deskripsi Manfaat
Taman Nasional Ujung Kulon sebagai salah satu kawasan konservasi yang didalamnya memiliki berbagai macam flora dan fauna dan ekosistem memiliki beragam manfaat baik manfaat dalam pemanfaatan skala terbatas maupun luas, berupa produk jasa lingkungan, seperti udara bersih dan pemandangan alam. Kedua manfaat tersebut berada pada suatu ruang dan waktu yang sama, sehingga diperlukan suatu bentuk kebijakan yang mampu mengatur pengalokasian sumberdaya dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar